{"id":344,"date":"2019-08-26T08:03:10","date_gmt":"2019-08-26T08:03:10","guid":{"rendered":"http:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/?p=344"},"modified":"2019-08-26T08:03:10","modified_gmt":"2019-08-26T08:03:10","slug":"polemik-ketua-iaei-yang-baru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/2019\/08\/26\/polemik-ketua-iaei-yang-baru\/","title":{"rendered":"Polemik Ketua IAEI yang Baru"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Terpilihnya Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Periode 2019-2023 menjadi sorotan. Sebagian kalangan menyatakan bahwa ini adalah lelucon yang tidak lucu, ada pula yang menyebutkan bahwa apa SMI paham sistem ekonomi Islam, ini adalah kesalahan fatal. Dan banyak lagi kritikan yang dialamatkan kepada Menteri Keuangan terbaik dunia tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun tidak sedikit pula pujian ditujukan kepadanya. Salah satu yang menarik untuk disimak adalah apa yang dikemukakan salah satu Deputi Bank Muamalat Indonesia berikut tulisannya:<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dr. Ahmad Riawan Amin memaparkan bahwa Syariat<\/span>\u00a0Tegak karena MAU. Bukan semata karena TAHU. <b>ALLAH Maha Mengetahui<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pesan rendah hati untuk<b> Ibu Ketua Ikatan Akademisi Ekonomi Islam<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i>Maa laa yudroku kulluh<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><i><span style=\"font-weight: 400;\">Laa Yutroku kulluh<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Apa-apa yang belum bisa dikerjakan semua, jangan ditinggalkan semua.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah Kaidah yang paling mendasar dari pengembangan Ekonomi Syariah di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Mengapa tidak mengedepankan? QS Al Baqarah [2]: <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Masuklah kedalam Islam secara KAFFAH?.&#8221;<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Karena realita hari ini kita hidup di dalam Makro Sistem Konvensional. Bukan dalam Makro sistem yg Ideal.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Maka tugas kita (sebagai mana selalu disampaikan Pak K.H Ma&#8217;ruf Amin) adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Tafriqul Halal anil Haram.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> &#8220;Memisahkan yang Halal dari yang Haram.&#8221; Dan tentunya terus memperkecil porsi HARAM.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tahun 1999 dalam Krisis Ekonomi yang mengguncang dunia. Dengan Bad Debt Ratio 65%, dengan Modal tinggal 1\/3, dengan kerugian besar-besaran.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya yang kepala Divisi\/tanpa\u00a0 pengalaman sbg direktur ditunjuk langsung sebagai Direktur UTAMA BMI (Bank Muamalat Indonesia). Bank Syariah Pertama dan satu-satunya di negeri ini.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saya tidak TAHU apa itu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Milkiyatul Ammah,<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Al Milkiyatul Daulah, Al Milkiyatul Fardiyah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, harta yang berasal dari Kharaj dan Fai. Harta ghanimah, Usyur, serta bagaimana konsep dharibah (pajak) dalam Islam. dan lain sebagainya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;Tak TAHU apa-apa NOL BESAR.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">tapi saya MAU.&#8221;<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umar Bin Khattab r.a. Tidak tahu banyak saat bersyahadat, namun beliau punya MAU\u00a0 yang keras, yang terpanggil Ayat suci Al-Qur&#8217;an. maka Yang MAHA Mengetahui membimbing\u00a0 menjadi salah satu tokoh paling berjasa bagi Islam. Bahkan dalam buku The 100. beliau dinobatkan sebagai 3 Besar manusia paling berpengaruh dalam sejarah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Senior saya Bang Zainulbahar mengatakan: <\/span><b><i>&#8220;Jika saat ini BMI runtuh. Maka kita harus menunggu 100 tahun lagi untuk kembali menginisiasi Ekonomi Islam&#8221;<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Alhamdulillah dengan Niat dan Tindakan Istiqamah. BMI survive dan Institusi-institusi Syariah lainnya bertumbuh kembang.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu Ketua IAEI 2019-2023. Tidak ada yang kebetulan di alam semesta. Ibu bukan yang paling tahu fiqh Muamalat, Ibu bukan yang paling berpengalaman syariah. Tapi memang bukan itu yang kami harapkan. Kami berharap ibu MAU dan betul-betul MAU. Pengetahuan itu mudah bu. Implementasi Pengetahuan menjadi Terobosan, itu yang kami dambakan dari seorang <\/span><b>World Best Finance Minister<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">. Dari Seorang yang kaya Ilmu, Kuasa dan Pengalaman.\u00a0 Jika hanya masalah TAHU Fiqih, banyak yang siap memback-up sepanjang\u00a0 ibu tulus untuk MAU. BMI dulu berdiri karena penguasa saat itu MAU, bukan karena TAHU fiqh Muamalat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ibu Ketua IAEI. Semoga ibu MAU menjadikan amanah ini tidak sekadar formalitas satu lagi tambahan title ibu, tapi\u00a0 sbg ladang amal penggenapan persyahadatan Ibu. <\/span><b>Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad Rasul Allah. Dan tidak ada Ekonomi yang hanif melainkan Islam.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Semoga setiap kerut di dahi Ibu Ketua, setiap tetes air mata di sujud ibu, setiap tetesan keringat dan kelelahannya dalam menegakkan Syariat Islam, wabil khusus di bidang Ekonomi. Akan menjelma menjadi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Ratna mutu manikam<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang menghiasi di <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Yaumil Mahsyar.<\/span><\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kami memimpikan husnul khatimah kepemimpinan Ibu di IAEI, Gemilang dan penuh terobosan, Kami menunggu<\/span><b> 52.5%\u00a0 pangsa HALAL.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Sampai jumpa kelak di hadapan maaliki yaumidiin, Sampai jumpa kelak di hadapan maaliki yaumidiin, dan in sya Allah kami bisa bersaksi: <\/span><b>Dr Sri Mulyani Indrayati adalah Mujahidah sejati Ekonomi Islam.<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">wallaahu a&#8217;lam<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jakarta 25 Agustus 2019<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Riawan Amin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Dewan Penasihat IAEI<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Narasi Riawan Amin tentu didasari oleh pertimbangan yang sangat dalam didukung oleh seluruh peserta Muktamar yang secara aklamasi memilih Sri Mulyani Indrawati sebagai ketua IAEI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang, harapan terbesar kita sebagai umat, semoga SMI mampu memberikan yang terbaik bagi pertumbuhan ekonomi Islam di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><!--more--><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terpilihnya Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) Periode 2019-2023 menjadi sorotan. Sebagian kalangan menyatakan bahwa ini adalah lelucon yang tidak lucu, ada pula yang menyebutkan bahwa apa SMI paham sistem ekonomi Islam, ini adalah kesalahan fatal. Dan banyak lagi kritikan yang dialamatkan kepada Menteri Keuangan terbaik dunia tersebut. Namun tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[22],"tags":[],"class_list":["post-344","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=344"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/344\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=344"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=344"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/febi.iain-manado.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=344"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}