, , ,

FEKSYAH II 2026: Dekan FEBI IAIN Manado Jadi Keynote Speaker, Wadek III Bedah Tantangan Industri Halal Digital

MANADO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses menggelar Seminar Nasional dalam rangkaian Festival Go Ekonomi dan Keuangan Syariah (FEKSYAH) II Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Peluang dan Tantangan Industri Halal di Tengah Digitalisasi Transaksi Keuangan” ini dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah IAIN Manado pada Rabu (06/05/2026). Acara bergengsi…

By.

min read

IMG_1894

MANADO – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Sultan Amai Gorontalo sukses menggelar Seminar Nasional dalam rangkaian Festival Go Ekonomi dan Keuangan Syariah (FEKSYAH) II Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Peluang dan Tantangan Industri Halal di Tengah Digitalisasi Transaksi Keuangan” ini dilaksanakan di Aula Fakultas Syariah IAIN Manado pada Rabu (06/05/2026).

Acara bergengsi ini menghadirkan Wakil Dekan III FEBI IAIN Manado, Dr. Syarifuddin, M.Ag, sebagai salah satu narasumber utama. Kehadiran beliau memberikan perspektif strategis mengenai bagaimana industri halal harus beradaptasi dengan percepatan teknologi finansial yang tengah berkembang pesat.

Kegiatan diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Dekan FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi ekonomi syariah bagi generasi muda, khususnya dalam menghadapi disrupsi digital.

Sinergi akademik antar-institusi semakin diperkuat dengan kehadiran Dekan FEBI IAIN Manado yang bertindak sebagai Keynote Speaker. Dalam paparannya, beliau menyoroti urgensi standardisasi halal yang terintegrasi dengan sistem digital untuk meningkatkan kepercayaan konsumen global.
Selain Dr. Syarifuddin, seminar ini juga menghadirkan panelis kompeten lainnya, yaitu Wakil Dekan I dan Wakil Dekan II FEBI IAIN Sultan Amai Gorontalo. Para pemateri secara komprehensif membedah tantangan regulasi, kesiapan SDM, hingga pemanfaatan platform digital sebagai peluang emas bagi pelaku industri halal di Indonesia.

Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, akademisi, serta praktisi ekonomi syariah. Diskusi berlangsung interaktif, di mana para peserta antusias menggali solusi atas hambatan transaksi digital yang sering dihadapi sektor industri kecil dan menengah (IKM) halal.

Melalui FEKSYAH II ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan segar yang mampu mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk menjaga keberlangsungan dan daya saing industri halal di kancah nasional maupun internasional.

 

Reportase: JH

Leave a Reply