, , , ,

FEBI IAIN Manado Gelar Kuliah Umum: Soroti Etika Bisnis Islam di Tengah Krisis Iklim

MANADO — Merespons tantangan global terkait isu lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menyelenggarakan agenda Kuliah Umum pada hari Rabu, 2 September 2026. Acara yang dilangsungkan di Aula FEBI IAIN Manado ini dimulai pukul 07.30 WITA. Mengusung tema “Etika Bisnis Islam di Era Krisis Iklim”, kuliah umum ini…

By.

min read

WhatsApp Image 2026-09-02 at 09.09.24

MANADO — Merespons tantangan global terkait isu lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menyelenggarakan agenda Kuliah Umum pada hari Rabu, 2 September 2026. Acara yang dilangsungkan di Aula FEBI IAIN Manado ini dimulai pukul 07.30 WITA.

Mengusung tema “Etika Bisnis Islam di Era Krisis Iklim”, kuliah umum ini menjadi ruang diskursus yang sangat relevan untuk mengkaji bagaimana prinsip-prinsip perniagaan dalam Islam dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan serta civitas akademika FEBI IAIN Manado, di antaranya Dekan FEBI Dr. Radlyah Hasan Jan, M.Si., M.Ak., Wakil Dekan II Dr. Nurlailah Harun, M.Si., Wakil Dekan III Dr. Syarifuddin, M.Ag., Kabag TU Mahdi, M.Si., Tendik Anita Mertosono, serta Kaprodi Ekonomi Syariah Pascasarjana Prof. Suprijati Sarib, M.Si. Acara akademik ini menghadirkan pakar Prof. Dr. Sabbar Dahham Sabbar sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Nugraha Hasan, M.E. selaku moderator.

Acara diawali dengan sambutan dari Dekan FEBI IAIN Manado, Dr. Radlyah Hasan Jan, M.Si., M.Ak., yang sekaligus membuka kegiatan kuliah umum secara resmi. Dalam sambutannya, Dr. Radlyah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyambut hangat kehadiran narasumber. Beliau menegaskan pentingnya civitas akademika untuk responsif terhadap isu-isu global.

“Krisis iklim bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan tantangan kemanusiaan dan ekonomi yang nyata. Melalui kuliah umum ini, kami berharap para mahasiswa dapat memahami bahwa keberlanjutan lingkungan dan etika syariah merupakan kunci utama pembentukan ekosistem bisnis masa depan,” ungkap Dr. Radlyah dalam sambutannya sebelum meresmikan pembukaan acara.

Memasuki sesi inti, Prof. Dr. Sabbar Dahham Sabbar dalam pemaparannya menekankan bahwa Islam memiliki pandangan komprehensif terkait pelestarian lingkungan hidup yang seharusnya menjadi landasan utama bagi para pelaku bisnis saat ini.

“Dalam pandangan Islam, manusia ditugaskan sebagai khalifah fil ardh atau pemelihara bumi. Oleh karena itu, aktivitas bisnis tidak boleh sekadar mengejar profit semata dengan mengabaikan ekosistem, melainkan wajib menjaga harmoni alam. Eksploitasi sumber daya yang serampangan sangat bertentangan dengan nilai-nilai syariah,” tegas Prof. Sabbar di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, beliau menyoroti fenomena krisis iklim global yang saat ini banyak diakibatkan oleh praktik industri tidak etis. Menurutnya, etika bisnis Islam menawarkan solusi yang nyata. “Bisnis yang halal dan thayyib melarang keras perbuatan fasad di muka bumi. Di era krisis iklim ini, prinsip ekonomi Islam justru harus menjadi pedoman dan garda terdepan dalam mendorong praktik green economy atau ekonomi hijau yang berkelanjutan,” tambahnya.

Pemaparan materi yang berbobot ini dikawal dengan apik oleh Nugraha Hasan, M.E. Sang moderator berhasil membangun suasana yang interaktif, terutama saat memandu sesi tanya jawab antara narasumber dan para mahasiswa yang antusias menggali penerapan praktis etika bisnis Islam di dunia kerja modern.

Kegiatan akademik yang sejalan dengan semangat Kampus Merdeka ini berjalan lancar hingga selesai. Melalui kuliah umum ini, FEBI IAIN Manado berharap dapat mencetak generasi ekonom dan wirausahawan muslim yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian bumi di masa depan.

Reportase: RW

Leave a Reply